Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Aturan Ngentot Anus dan Memek Tante Birahi 7
Iklans.com - Setelah aku pulang ke Jakarta, aku bertemu kembali dengan Ricky. Ia adalah satu-satunya temanku yang selamat pada waktu kehancuran kelompok besar Macan Hokien. Aku pun balik ke rumahku. Pada suatu malam Ricky datang ke rumahku dengan membawa gadis-gadis dari Jakarta Selatan. Aku lalu menjadi marah karena disaat kelompok ini hancur, Ricky bukannya memikirkan cara untuk membangun kembali kelompok ini, namun ia malah setiap hari menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Dengan marah aku usir para wanita itu dan kupecahkan semua botol bir yang ia bawa. Ricky meminta maaf atas kemalasannya. Akhirnya kupersilahkan ia masuk.
Pada saat aku berbalik badan, tepat di depanku ada sebuah cermin. Aku tanpa sengaja melihat wajah Ricky dan ternyata wajahnya penuh dengan amarah dan kebencian, seperti ia telah siap membunuhku. Aku segera berbalik badan dan memanggil anjing yang baru saja kupelihara. Lalu aku berpura-pura mengenalkan Ricky kepada anjing baruku ini. Anjing itu mencium bau bir yang tumpah dari botol pecah, kemudian ia menjilatinya. Tak lama kemudian anjing itu langsung mati. Ternyata bir itu mengandung racun.
Melihat hal itu Ricky langsung mengeluarkan kalibernya. Aku berhasil menghindar dan kabur ke kamarku dilantai 2. Lalu sekitar 8 orang masuk ke rumahku membawa senjata kaliber dan MP5 ukuran pendek. Aku dapat mengindentikasikan keberadaan mereka lewat beberapa kamera kecil yang tersembunyi diseluruh rumahku. Lalu aku membuka lemari pakaianku dan membawa 2 buah uzi, 1 buah MP5 ukuran panjang yang kuikatkan pada punggungku, serta 2 buah kaliber yang dimasukan ke kantongku. Lalu aku menerjang keluar kamar dan menembakkan 100 peluru dari kedua buah uziku dan membunuh 5 orang sekaligus.
Mereka kaget akan keganasanku lalu berusaha menghindar dan bersembunyi dibalik dinding. Lalu aku menoleh kebelakangku dan melihat ke TV yang ada di kamar. Aku melihat gambar seseorang bersembunyi dibalik dinding. Aku langsung membuang 2 buah uzi yang sudah kehabisan peluru itu dan mengambil MP5 ukuran panjang dari belakang punggung. Pistol ini dilengkapi dengan peluru jenis tajam dan dapat tembus dinding. Lalu aku menembakkan 30 peluru tajam ini menembus dinding dan membunuh satu orang yang bersembunyi dibaliknya. Lalu dua orang lainnya muncul secara tiba-tiba dengan pistol kaliber dan MP5, aku berusaha lari dan bahuku terserempet peluru. Lalu kukeluarkan 2 kaliber dan membunuh 2 orang lainnya.
Melihat hal itu, Ricky langsung lari, namun sempat terkejar olehku dan kakinya tertembak. Lalu aku menodongkan pistolku ke arah kepalanya.
Terkait
“Mengapa kau mengkhianatiku?” tanyaku.
Lalu ia pun menjawab, “Macan Hokien sudah hancur dari dulu, jaman sudah berubah. Mengapa kau sendiri kembali ke Jakarta?”
“Lalu bagaimana dengan Wijaya dan Eka, apakah kau pembunuhnya? Pasti kau juga membunuh Erik Ang dan Andy” gertakku.
Ia pun menjawab, “Benar, Eka dan Wijaya aku yang bunuh, tapi bos lama kita dibunuh oleh kelompok naga Tio Ciu”.
Setelah itu akupun menarik pelacuk pistolku. Lalu aku pun pergi meninggalkan daerahku dan mendirikan Macan Hokien baru yang aku pimpin sendiri. Anggota yang terkumpul hanyalah 5 orang. Namun mereka semua berbekal senjata mesin, karena aku sendiri sudah tidak memikirkan kepolisian lagi. Sadikin sudah lama mengkhianati bosku dan bekerja sama dengan kelompok lain. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...