Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Aturan Ngentot Anus dan Memek Tante Birahi 4
Topoin.com - Pada keesokan harinya Aku membeli sebuah rumah di Pantai Indah Kapuk. Walaupun daerah itu dikuasai oleh mafia Arak Hitam, mafia Langit Merah, dan aliansi mafia China Daratan, Aku tidak tAkut terhadap mereka. Daerah perumahanku kupenuhi dengan 100 orang andalanku.
Pada suatu hari Aku datang ke lapangan basket didaerahku untuk bermain bersama Eka dan Ricky dan 10 orang lainnya. Lalu kami pun bermain pada dari jam 3 siang sampai jam 6 sore. Tak lama kemudian bola basket kami tergelincir dan jatuh bergelinding ditanah. Tiba-tiba ada satu orang datang dan menendang bola basketku dengan sepatu besarnya hingga melayang dan masuk ke parit. Orang itu ditemani 20 orang lainnya dan berjalan ke arahku dengan laga sombongnya. Ia lalu berhenti di depanku dan berkata,
“Siapa yang mengijinkan kamu main bola disini? Kalau mau main bayar 20.000 per minggu”.
Dengan tenang Aku bertanya, “Kamu sendiri siapa?”
Lalu semua teman-temannya datang dan berkata “Kami geng The Master of Dominator”.
Teman-temanku pun datang dan berkata “Ada apa bos?”
Lalu Aku berkata, “Hanya beberapa ABG doang”.
Orang di depanku langsung mendorongku dan berteriak, “Lu mau brantem, ayo maju!”
Tak lama kemudian 50 teman-temanku tiba di lapangan itu dipimpin oleh Wijaya. Ternyata Eka menelepon Wijaya untuk membawa bala bantuan 10 menit sebelumnya. Ke 20 anak ABG di depanku langsung kaget dan tAkut.
“Kau berhadapan dengan orang yang salah”.
Anak ABG yang mendorongku langsung berteriak keras-keras.
“Awas kalau kau berani maju. Ayahku ini ketua Mafia Langit Merah”.
Terkait
Aku hanya memberi kodeku saja dan 50 orang-orangku yang baru datang serta 10 orang dari belakangku langsung menghajar semua anak ABG itu. Kucekik anak AB di depanku dengan satu tangan dan berkata,
“Kami Macan Hokien tidak pernah tAkut pada siapapun. Kau berani menantangku bertarung, hari ini adalah hari sialmu”. “Tolong, ampun. Jangan pukul Aku. Aku tidak akan berani lagi. Demi nama besar ayahku ampuni Aku”. Akhirnya Aku lepaskan mereka pergi karena mereka hanyalah anak-anak SMP. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...